Percepatan Luas Tambah Tanam Padi di Bombana, BRMP Sultra Kawal Ketahanan Pangan
Bombana, Sulawesi Tenggara – Dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional, BRMP Sulawesi Tenggara melaksanakan pendampingan dan koordinasi percepatan LTT padi di Kabupaten Bombana pada 25 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi padi, terutama di wilayah sentra seperti Bombana.
Sebagai salah satu lumbung padi di Sultra, Bombana memegang peranan penting dalam menyukseskan target tanam. Tim BRMP Sultra secara langsung memantau realisasi LTT bulan Juli, mengidentifikasi kendala teknis, dan mendorong konsolidasi program CSR dan Brigade Pangan di tujuh kecamatan, termasuk Lantari Jaya dan Rarowatu Utara.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah dan Tantangan di Lapangan
Koordinasi dengan Dinas Pertanian Bombana menunjukkan dukungan penuh terhadap program swasembada pangan. Kepala Dinas Pertanian bahkan mengusulkan agar program CSR diserahkan langsung ke dinas untuk memudahkan kontrol, mengingat hingga 22 Juli 2025, realisasi LTT baru mencapai 1.1269 ha dari target 1.851 ha. Sementara itu, luas lahan CSR di Bombana mencapai 750 ha.
Dalam pertemuan di BPP Rumbia, sejumlah kendala teridentifikasi, seperti infrastruktur pengairan, konflik lahan, dan potensi konflik sosial. Menanggapi kendala tersebut, tim mengusulkan pengadaan embung dan pompanisasi untuk meningkatkan produktivitas di lahan tadah hujan.
Percepatan LTT di Bombana bukan hanya sekadar target, tetapi juga langkah konkret untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan masyarakat, diharapkan produksi padi di Bombana terus meningkat, sejalan dengan cita-cita swasembada pangan nasional.